KEDIRI – Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Regional Office Malang bersama BRI Kediri menggelar Program Cegah Stunting di Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Program ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program yang berlangsung selama 90 hari, mulai 7 Oktober 2025 hingga 5 Januari 2026 tersebut menyasar balita yang berisiko mengalami stunting. Untuk menjalankan program ini, YBM BRILiaN mengalokasikan anggaran sebesar Rp 109,7 juta.
Tidak hanya memberikan bantuan makanan tambahan, program ini juga menerapkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui pendampingan tenaga ahli gizi, edukasi keluarga, serta penyuluhan kesehatan lingkungan.
Tenaga ahli gizi dilibatkan untuk memastikan setiap paket makanan tambahan yang diberikan kepada balita memiliki kandungan nutrisi yang sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Intervensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan berat badan dan mendukung perkembangan fisik maupun kecerdasan anak secara optimal.
Selain itu, para orang tua juga mendapatkan edukasi melalui kelas gizi, seminar pola asuh (parenting), serta penyuluhan mengenai sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai Pemerintah Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, hingga Puskesmas Ngadiluwih.

Kepala Puskesmas Ngadiluwih, dr. Mustadhim, mengapresiasi langkah YBM BRILiaN dalam membantu percepatan penanganan stunting di wilayahnya.
“Persoalan stunting harus ditangani secara bersama-sama dari lintas sektor. Kolaborasi seperti yang dilakukan YBM BRILiaN ini sangat krusial agar target kita mewujudkan Kabupaten Kediri zero stunting dapat tercapai dengan lebih cepat,” ujarnya saat kegiatan monitoring program.
Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan pemantauan berat badan dan tinggi badan selama tiga bulan, sebanyak 33 balita atau 82,5 persen dari total sasaran mengalami kenaikan berat badan sesuai Kenaikan Berat Badan Minimal (KBM).
Meski demikian, terdapat lima balita atau 12,5 persen yang mengalami penurunan berat badan. Tim pendamping menemukan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi faktor kesehatan karena balita sempat mengalami sakit dan menjalani perawatan sehingga nafsu makan menurun.
Melalui program ini, YBM BRILiaN berharap masyarakat Desa Seketi dapat semakin mandiri dalam menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan gizi anak.
Sebagai lembaga filantropi di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, YBM BRILiaN terus menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari insan BRI untuk berbagai program sosial, termasuk peningkatan kesehatan anak-anak Indonesia.
Dengan berakhirnya program pada Januari 2026, YBM BRILiaN berharap fondasi kesehatan yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh keluarga dan masyarakat, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
















