Kediri – Persik Kediri kembali menegaskan komitmennya sebagai klub profesional setelah meraih lisensi klub profesional musim 2025-2026 dengan status granted tanpa catatan.
Hasil Club Licensing Cycle 2025-2026 tersebut diumumkan I.League dalam konferensi pers di kantor I.League pada Rabu (13/5/2026).
Dalam proses penilaian lisensi klub profesional, terdapat lima aspek utama yang menjadi indikator evaluasi, yakni sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial.
Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina Alhaddar, mengatakan raihan tersebut menjadi bukti keseriusan klub dalam membangun tata kelola yang profesional dan berkelanjutan.
“Lisensi klub profesional bukan sekadar pemenuhan regulasi maupun persyaratan administratif semata. Melainkan representasi dari komitmen Persik Kediri untuk terus bergerak maju dan membangun klub yang sehat, profesional, terpercaya, serta memiliki fondasi kuat untuk jangka panjang,” ujar Farina, Jumat (15/5/2026).
Farina menambahkan, keberhasilan mempertahankan lisensi klub profesional selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan konsistensi manajemen klub dalam memenuhi standar pengelolaan sesuai regulasi nasional maupun standar Asian Football Confederation.
Menurutnya, pencapaian tersebut juga menjadi motivasi bagi Persik untuk terus meningkatkan kualitas di berbagai sektor agar mampu bersaing lebih kompetitif di level nasional maupun Asia.
“Persik ingin terus tumbuh menjadi klub yang tidak hanya berprestasi di atas lapangan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif, menghadirkan kebanggaan, serta menjadi representasi baik bagi Kediri dan sepak bola Indonesia di level yang lebih luas,” katanya.
Raihan lisensi tanpa catatan ini sekaligus memperkuat posisi Persik Kediri sebagai salah satu klub yang konsisten menjaga profesionalisme dalam pengelolaan sepak bola modern di Indonesia.















