Madiun — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan akibat gangguan perjalanan kereta api imbas insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daop 1 Jakarta.
Gangguan tersebut menyebabkan keterlambatan tinggi pada sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk yang melintas maupun berangkat dari wilayah Daop 7 Madiun. Bahkan, beberapa perjalanan terpaksa dibatalkan guna menormalkan kembali pola operasi.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.
“Kami memohon maaf atas kendala operasional yang terjadi di lintas Bekasi Timur. Saat ini petugas di lapangan terus berupaya melakukan percepatan normalisasi jalur sekaligus rekayasa pola operasi agar perjalanan kembali sesuai jadwal,” ujarnya.
Berdasarkan pembaruan pukul 06.30 WIB, sejumlah kereta mengalami keterlambatan signifikan, di antaranya:
KA Matarmaja terlambat hingga 466 menit
KA Bangunkarta terlambat 630 menit
KA Brawijaya terlambat 261 menit
KA Brantas terlambat 657 menit
KA Majapahit terlambat 541 menit
KA Jayakarta terlambat 573 menit
KA Gajayana terlambat 509 menit
KA Singasari terlambat 387 menit
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan kompensasi berupa service recovery kepada pelanggan terdampak, baik di stasiun maupun selama perjalanan. Kompensasi tersebut meliputi pemberian minuman hingga makanan berat, disesuaikan dengan durasi keterlambatan.
Selain itu, pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan juga dapat mengajukan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan di loket stasiun yang ditunjuk.
KAI menegaskan akan terus mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
















