Kediri — Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau para orang tua untuk aktif mendampingi anak belajar menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar yang digelar pada 20–30 April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, mengatakan keterlibatan orang tua sangat penting guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi ujian berbasis komputer tersebut.
“TKA memang tidak menentukan kelulusan, tetapi penting untuk mengukur capaian akademik siswa. Kami harap orang tua turut memotivasi dan meluangkan waktu mendampingi anak belajar,” ujarnya, Sabtu (18/4).
Menurut Muhsin, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan, termasuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan optimal.
Pelaksanaan TKA dibagi dalam empat gelombang menyesuaikan sarana prasarana sekolah. Gelombang pertama berlangsung 20–21 April, disusul gelombang kedua pada 22–23 April. Sementara gelombang ketiga digelar 27–28 April dan gelombang keempat pada 29–30 April.
Setiap peserta akan mengikuti ujian inti selama dua hari dengan mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 24–26 Mei 2026, dan peserta akan memperoleh sertifikat dari kementerian terkait.
Lebih lanjut dijelaskan, nilai TKA menjadi salah satu komponen penting dalam seleksi masuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) melalui jalur prestasi, dengan bobot 70 persen. Sementara nilai rapor menyumbang 30 persen.
Adapun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP dibagi ke dalam empat jalur, yakni domisili minimal 40 persen, prestasi minimal 25 persen, afirmasi minimal 20 persen, serta mutasi maksimal 5 persen.
Muhsin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh anak di Kabupaten Kediri dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkecuali.
“Pelaksanaan SPMB harus berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi,” katanya.















