Kediri — Pengasuh Pondok Pesantren Roudhotul Ibaad, KH. Basori Alwi atau yang akrab disapa Gus Basori, menyatakan dukungan terhadap rencana pelaksanaan muktamar Nahdlatul Ulama mendatang. Namun, ia menegaskan harapan agar kegiatan tersebut digelar di lingkungan pondok pesantren, bukan di hotel atau gedung.
Dalam keterangannya, Gus Basori menyampaikan bahwa pesantren memiliki keterkaitan yang tidak terpisahkan dengan Nahdlatul Ulama. “Pesantren adalah bagian dari ruh Nahdlatul Ulama, sehingga sangat tepat jika muktamar dilaksanakan di pondok pesantren,” ujarnya.
Ia secara khusus menyatakan dukungan jika muktamar diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Menurutnya, lokasi tersebut representatif sekaligus memiliki nilai historis dan kultural yang kuat bagi warga NU.
Gus Basori juga menegaskan ketidaksetujuannya apabila muktamar digelar di tempat-tempat seperti hotel, gedung, atau vila. Ia menilai lokasi tersebut kurang mencerminkan nilai-nilai tradisi dan kesederhanaan yang menjadi ciri khas NU.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya netralitas panitia dalam menyelenggarakan muktamar. “Kami sangat berharap panitia tetap menjaga netralitas demi kelancaran dan keberkahan muktamar,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan tetap mendukung siapapun yang ditunjuk sebagai panitia pelaksana. Ia juga berharap muktamar yang akan datang dapat membawa keberkahan bagi seluruh jamaah dan pengurus Nahdlatul Ulama.
“Semoga muktamar yang akan datang memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.














