Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api (KA) meski masa Angkutan Lebaran 2026 telah berakhir.
Sebagai bentuk konsistensi tersebut, KAI Daop 7 menggelar sosialisasi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Nganjuk hingga Madiun, Rabu (1/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kedisiplinan pengguna jalan, mengingat frekuensi perjalanan kereta api masih tinggi pasca arus balik Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa keselamatan merupakan aspek utama yang tidak mengenal batas waktu operasional.
“Masa Angkutan Lebaran boleh berakhir, namun komitmen KAI terhadap keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api serta masyarakat tidak akan pernah kendor,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan perjalanan KA tetap lancar dan masyarakat pengguna jalan dapat beraktivitas dengan aman.
Dalam kegiatan tersebut, sosialisasi difokuskan pada tiga titik perlintasan dengan arus lalu lintas padat, yakni di wilayah Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, serta Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Petugas KAI bersama unsur TNI dan Polri setempat memberikan edukasi langsung kepada pengendara. Kegiatan ini meliputi pembagian selebaran, suvenir, hingga pemasangan spanduk berisi imbauan keselamatan.
KAI juga terus mengampanyekan gerakan #BERTEMAN, yakni singkatan dari Berhenti, Tengok kiri kanan, Pastikan aman, lalu Jalan. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan sebelum melintasi rel kereta api.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
Tohari berharap kesadaran masyarakat yang telah terbentuk selama periode Lebaran dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” katanya.














