Kediri – Menjelang puncak perayaan Lebaran, penjualan janur dan selongsong ketupat di Pasar Pahing, Kota Kediri, melonjak tajam. Para pedagang mengaku kewalahan melayani tingginya permintaan dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu pedagang, Rubini, mengatakan bahwa peningkatan pembeli sudah terasa sejak awal pekan ini. Ia memprediksi lonjakan akan mencapai puncaknya dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Sekarang sudah mulai ramai, kemungkinan puncaknya besok atau lusa,” ujar Rubini saat ditemui, Rabu (25/3/2026).
Dalam kondisi normal, Rubini hanya mampu menjual puluhan selongsong ketupat per hari. Namun kini, angka penjualan meningkat hingga sekitar 100 biji per hari dan diperkirakan bisa menembus 160 biji saat puncak permintaan.
Tingginya minat masyarakat turut berdampak pada kenaikan harga janur. Keterbatasan pasokan dari daerah Malang dan Trenggalek membuat harga bahan baku tersebut ikut merangkak naik.
Untuk harga jual, selongsong ketupat dibanderol Rp10.000 per 10 biji. Sementara ketupat matang dijual Rp30.000 per 10 biji ukuran kecil dan Rp40.000 untuk ukuran besar. Adapun lepet dijual seharga Rp3.000 per biji.
Meski penjualan meningkat signifikan, Rubini mengaku persaingan antarpedagang cukup ketat. Banyaknya penjual membuat pendapatan yang diperoleh belum terlalu besar, yakni berkisar Rp150.000 per hari.
Di sisi lain, perubahan pola konsumsi masyarakat juga memengaruhi tingginya permintaan. Warga kini cenderung memilih cara praktis dengan membeli selongsong ketupat siap pakai dibanding membuat sendiri dari janur.
“Kalau bikin sendiri itu repot, lebih cepat beli saja,” kata Utin, salah satu pembeli.
Meski demikian, Utin mengaku tetap memasak ketupat sendiri di rumah karena rasanya dinilai lebih enak dibanding membeli yang sudah matang.
Lonjakan permintaan ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga hari puncak Lebaran, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hidangan khas tersebut.
















