Minggu, September 27, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

37 Siswa di Kediri Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Langsung Disuspend

redaksi by redaksi
18/09/2026
in Peristiwa
0

Kediri, Kabarutama – Sebanyak 37 siswa di Kota Kediri mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026).

Baca Juga :

Guruh Soekarnoputra Wafat, Dodi Purwanto Ungkap Sosoknya: ‘Bukan Sekadar Putra Bung Karno’

Bukan Sekadar Sejarah, Ini Pesan Bupati Kediri kepada Para Santri

Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah sekolah, di antaranya SDN Kampung Dalem 3 dan 4, SDN Kaliombo. Para siswa dilaporkan mengalami keluhan mulai dari pusing, mual, perut terasa panas hingga muntah setelah menyantap makanan MBG.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati langsung meninjau kondisi sejumlah siswa yang menjalani perawatan di RSUD Gambiran pada Kamis malam.

Vinanda mengatakan, dari total 37 siswa yang terdampak, sebagian mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Sekitar 10 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Gambiran, sementara siswa lainnya menjalani rawat jalan.

“Jadi totalnya ada 37. Yang sempat dirawat di Gambiran, kemudian sisanya rawat jalan. Tadi memang sudah dicek kesehatannya oleh puskesmas, alhamdulillah yang rawat jalan tadi sudah membaik,” kata Vinanda.

Sementara siswa yang masih dirawat di rumah sakit masih mengalami sejumlah keluhan. Tim medis terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi mereka membaik.

“Kondisinya masih ada yang mual, muntah dan sebagainya. Sehingga tadi dokter-dokter pun juga selalu melakukan pemantauan,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG untuk sekolah terdampak telah dihentikan sementara atau disuspend.

Vinanda menjelaskan, penghentian operasional SPPG dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pemkot Kediri kemudian akan berkoordinasi dengan BGN terkait hasil investigasi.

“Kita tentunya nanti akan berkomunikasi dengan BGN, karena kita tidak punya kewenangan untuk melakukan penutupan. Tadi yang melakukan penutupan adalah BGN,” jelasnya.

Dengan adanya suspensi tersebut, SPPG dimaksud dipastikan tidak beroperasi untuk sementara waktu.

Sebelumnya, sembilan siswa SDN Kampung Dalem 3 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis pagi.

Guru kelas 6 SDN Kampung Dalem 3, Eni Sulistyawati, mengatakan keluhan muncul setelah para siswa menyantap makanan yang dibagikan.

“Perutnya panas, terus mual, kemudian muntah. Yang sembilan anak itu, delapan sama, yang satu hanya bersendawa,” kata Eni.

Pihak sekolah juga menerima laporan mengenai adanya makanan yang memiliki aroma berbeda. Guru menyebut ayam yang disajikan berbau, sementara buah juga disebut memiliki aroma dan rasa yang berbeda.

“Kalau dari saya, yang dicurigai itu buah dan air. Ayamnya sudah agak berbau, buahnya juga berbau,” ujarnya.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab keluhan para siswa.

Petugas Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Kota Utara, Endik, mengatakan petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

Lima jenis sampel yang diamankan terdiri dari buah, ayam, sayur, makanan pendamping, dan nasi putih.

“Yang saya amankan ada buah, ayam, sayur, makanan pendamping, sama nasi putih. Ada lima,” kata Endik.

Menurutnya, kondisi makanan yang diduga basi atau tidak layak konsumsi juga belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Mungkin basi. Tapi saya tidak bisa memastikan. Nanti lihat hasil di lab,” ujarnya.

Vinanda menegaskan, pemerintah belum dapat memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

“Apakah ini dari bakteri atau memang ada bahan makanan yang tidak aman untuk anak-anak, sehingga hasilnya masih proses,” katanya.

Pemkot Kediri juga telah berkoordinasi dengan TNI, Polri dan Kejaksaan untuk melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

Selain penanganan medis, pemerintah kota juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak maupun siswa lainnya jika diperlukan.

“Ya tentu. Nanti akan kita lakukan pendampingan, kita tidak akan lepas. Ini menjadi tanggung jawab kita,” ujar Vinanda.

Untuk siswa yang mengalami gejala, Pemkot Kediri menyebut mereka akan diistirahatkan terlebih dahulu. Sementara siswa yang sehat tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Vinanda juga memastikan pemerintah akan berkoordinasi terkait biaya perawatan para siswa yang terdampak.

“Kita koordinasikan, tapi pada prinsipnya nanti kita siap. Ini menjadi tanggung jawab,” katanya.

Pemkot Kediri selanjutnya akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, khususnya terkait sanitasi, kebersihan dan kelayakan bahan makanan.

“Kita akan perkuat pengawasan, kita akan terus kawal, dan tentunya kita akan selalu melakukan evaluasi. Dari sisi sanitasi, kebersihan, dari sisi bahan makanan yang layak, ini harus kita terus evaluasi,” tegasnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Tags: 37 SiswaKeracunan MBGkota kedirimakan bergizi gratisSPPGSPPG di Disuspend

Related Posts

Peristiwa

Guruh Soekarnoputra Wafat, Dodi Purwanto Ungkap Sosoknya: ‘Bukan Sekadar Putra Bung Karno’

27/09/2026
Peristiwa

Bukan Sekadar Sejarah, Ini Pesan Bupati Kediri kepada Para Santri

26/09/2026
Peristiwa

Polemik Pasar Bandar-Pahing Memanas: Pedagang Serahkan Kuasa Hukum, Ini Persoalan yang Dibawa

24/09/2026
Peristiwa

Petani Kediri Tak Lagi Cemas Kekeringan, 26 Sumur Submersible Dibangun Serentak

24/09/2026
Peristiwa

Stok Beras di Kediri Dicek, Harga Masih di Bawah HET, Tapi Penggilingan Mulai Tertekan

24/09/2026
Peristiwa

Pasca Demo dan RDP Pedagang Pasar Pahing-Bandar, Dirut Perumda Pasar Joyoboyo Buka-Bukaan

24/09/2026
Next Post

Disangkakan Pemerasan, Febri Ardiansyah: Saya Tak Pernah Diperiksa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Optimalkan PAD, Kota Blitar Transformasi Pengelolaan Wisata ke BUMD

06/01/2026

Lapangan Tembak “Tathya Dharaka” Diresmikan, Bramastyo Priaji Tekankan Profesionalisme Personel

27/04/2026

Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Naikan Status Penyidikan Dugaan Korupsi Pertambangan

04/01/2025

Satlantas Polres Kediri Kota Sosialisasikan Operasi Patuh Semeru 2025, Tujuh Pelanggaran Jadi Sasaran Utama

22/07/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO