Kediri – Sebanyak 17 narapidana beragama Kristiani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri menerima Remisi Khusus (RK) Natal Tahun 2025, Rabu (25/12). Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara atas pemenuhan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Solichin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin hak narapidana sekaligus mendorong perilaku positif selama menjalani masa pidana. “Total warga binaan Kristiani berjumlah 32 orang. Dari jumlah tersebut, 17 narapidana telah memenuhi seluruh persyaratan sehingga berhak menerima Remisi Khusus Natal,” ujarnya.
Lapas Kelas IIA Kediri saat ini dihuni 902 orang, terdiri dari 522 narapidana dan 380 tahanan. Dari total penghuni, tercatat 32 warga binaan beragama Kristiani, termasuk 21 narapidana dan 11 tahanan. Penting untuk dicatat bahwa Remisi Khusus Natal hanya diberikan kepada narapidana beragama Kristiani yang memenuhi syarat administrasi dan substantif.
Dari 21 narapidana Kristiani, 17 orang berhasil memenuhi kriteria untuk memperoleh remisi, sementara empat narapidana lainnya belum memenuhi persyaratan. Seluruh penerima remisi memperoleh Remisi Khusus I (RK I), yakni pengurangan sebagian masa pidana.
Rinciannya, lima narapidana mendapat pengurangan selama 15 hari, sebelas narapidana mendapatkan remisi satu bulan, dan satu narapidana menerima remisi satu bulan 15 hari. Tidak ada narapidana yang memperoleh pengurangan hingga dua bulan atau Remisi Khusus II (langsung bebas).
Solichin menegaskan bahwa proses pengusulan remisi dilakukan secara selektif dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, pemberian remisi bukan hanya hak narapidana, tetapi juga sebagai bentuk motivasi agar warga binaan terus berperilaku baik dan aktif mengikuti program pembinaan. “Kami memastikan seluruh hak warga binaan terpenuhi apabila persyaratan yang ditetapkan telah lengkap,” jelasnya.
Pemberian remisi Natal ini diharapkan mendorong narapidana untuk memperbaiki diri, membentuk karakter positif, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat. Selain itu, langkah ini juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan narapidana dan komitmen dalam menegakkan prinsip keadilan dan kepastian hukum.
Sejumlah narapidana yang menerima remisi menyampaikan rasa syukur atas pengurangan masa pidana ini. Mereka menyatakan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas diri, aktif mengikuti program pembinaan, dan berperilaku baik selama menjalani sisa masa hukuman.
Dengan pemberian remisi ini, Lapas Kelas IIA Kediri menegaskan peranannya tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai lembaga yang mendorong transformasi pribadi, reintegrasi sosial, dan kepatuhan hukum bagi seluruh warga binaan.
















