Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat telah melaksanakan 115 kegiatan sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang sepanjang tahun 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan sosialisasi digelar secara berkelanjutan di sejumlah kabupaten dan kota yang dilintasi jalur kereta api wilayah Daop 7. Kegiatan tersebut menyasar pengguna jalan di sekitar perlintasan sebidang.
“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat agar selalu mematuhi rambu dan sinyal, serta mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang,” ujar Tohari, Kamis (15/1/2026).
Sepanjang 2025, sosialisasi dilaksanakan di berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Kediri sebanyak 27 kali, Kota Kediri 25 kali, Kabupaten Ngawi 16 kali, Kabupaten Nganjuk 13 kali, Kabupaten Madiun 10 kali, serta daerah lainnya seperti Blitar, Jombang, Tulungagung, Magetan, dan Kota Madiun.
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan hampir merata setiap bulan, dengan intensitas tertinggi pada Oktober sebanyak 16 kegiatan dan September 14 kegiatan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, komunitas pecinta kereta api, hingga mahasiswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun.
Berdasarkan data KAI Daop 7 Madiun, saat ini terdapat 216 perlintasan sebidang di wilayah kerjanya. Dari jumlah tersebut, 212 merupakan perlintasan resmi dan 4 perlintasan tidak resmi. Sebanyak 185 perlintasan telah dijaga, sementara 31 lainnya masih belum dijaga.
Tohari mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan sebidang. Ia menegaskan keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan peran bersama antara operator kereta api, pemerintah, dan masyarakat.
















