JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Andreas Hugo Pareira, melontarkan kritik tajam terkait masifnya kasus teror yang menyasar masyarakat sipil belakangan ini. Andreas menilai fenomena tersebut merupakan sinyal kuat bahwa peradaban demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran serius.
Menurut Andreas, negara memiliki kewajiban mutlak untuk memberikan rasa aman kepada setiap warga negaranya tanpa terkecuali.
“Tugas negara untuk melindungi dan menjamin hak-hak konstitusional masyarakat. Bukan membiarkan teror terhadap warga negara,” ujar Andreas dalam keterangan tertulisnya
Legislator asal Nusa
Andreas menduga ada pembiaran yang dilakukan secara sengaja oleh pihak-pihak tertentu. Hal ini, menurutnya, bertujuan untuk menciptakan iklim ketakutan di tengah masyarakat agar suara-suara kritis terhadap kebijakan pemerintah meredup.
“Pembiaran ini dilakukan agar masyarakat mengalami ketakutan terhadap tindakan teror tersebut. Supaya tidak ada kritik dari masyarakat terhadap pemerintah,” tegasnya.
Kritik Andreas ini menambah panjan
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah maupun aparat penegak hukum belum memberikan respons resmi terkait tudingan adanya pembiaran terhadap kasus-kasus teror yang disampaikan oleh politikus PDI Perjuangan tersebut.
















