Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan program pelatihan keterampilan pelintingan rokok akan tetap menjadi salah satu prioritas pada tahun anggaran 2026. Kebijakan ini diambil setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengevaluasi efektivitas program serupa yang berjalan sepanjang 2025.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 dan Penyusunan Rencana Kegiatan 2026 yang digelar di Hotel Ilhami, Kecamatan Ponggok.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan pemanfaatan DBHCHT tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang terlibat dalam industri hasil tembakau.
“Evaluasi ini penting untuk memastikan setiap rupiah dari dana cukai benar-benar efektif. Salah satu program yang mendapat respons positif adalah pelatihan pelintingan rokok yang kami selenggarakan secara bertahap bersama perusahaan rokok. Program ini terbukti meningkatkan keterampilan masyarakat,” kata Darmadi, Kamis (20/11/2025).
Dalam penyusunan rencana program tahun depan, Disperindag juga melibatkan narasumber dari Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Blitar serta Gabungan Perusahaan Rokok Malang (Gaperoma). Masukan dari pelaku industri dinilai krusial agar program pemerintah selaras dengan kebutuhan pabrik.
Darmadi menambahkan, selain mencetak tenaga pelinting baru, pihaknya juga fokus meningkatkan kompetensi karyawan yang telah bekerja di pabrik rokok. Peningkatan kualitas SDM tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas perusahaan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pekerja.
Berangkat dari capaian positif sepanjang 2025, Disperindag memastikan pola pembinaan yang dianggap efektif akan kembali dilanjutkan. “Untuk 2026, kami tetap melanjutkan program yang terbukti memberikan hasil. Pelatihan penguatan SDM pabrik rokok serta pelatihan pelintingan rokok masih menjadi agenda prioritas,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan yang berkelanjutan dapat memperkuat posisi Kabupaten Blitar, tidak hanya sebagai daerah penghasil tembakau tetapi juga sebagai penyedia tenaga kerja terampil di industri rokok.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin karyawan pabrik dapat meningkatkan keterampilan dan kinerjanya, sementara peserta pelatihan pelintingan mampu menguasai teknik secara profesional,” kata Darmadi.
















