Kediri — Kecelakaan lalu lintas terjadi di perlintasan sebidang resmi tidak terjaga di wilayah Kabupaten Kediri. Seorang pengendara sepeda motor tertemper KA 151 Brantas relasi Blitar–Pasar Senen pada Senin (12/1/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.43 WIB di perlintasan sebidang JPL 265 KM 172+762 petak jalan Kras–Ngadiluwih. Berdasarkan laporan masinis, klakson lokomotif atau Semboyan 35 telah dibunyikan sebagai peringatan sebelum kereta melintas. Namun, sepeda motor tetap melaju ke perlintasan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa pihak KAI langsung melakukan penanganan cepat pascakejadian demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api.
“Setelah kejadian, KA Brantas dilakukan berhenti luar biasa untuk pemeriksaan rangkaian. Hasilnya, rangkaian dinyatakan aman dan jalur kereta api juga sudah dipastikan aman oleh petugas,” ujar Tohari dalam keterangannya.
KAI kemudian melakukan koordinasi pengamanan lanjutan, pengukuran ulang, serta perbaikan teknis pada komponen rangkaian di Stasiun Kertosono. Proses evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 14.52 WIB.
Sementara itu, penanganan terhadap korban kecelakaan dilakukan oleh pihak kepolisian. Korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri untuk mendapatkan perawatan medis.
KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang mewajibkan pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api di perpotongan sebidang.
Ketentuan serupa juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengharuskan pengemudi kendaraan berhenti dan mendahulukan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak karena memiliki jarak pengereman yang panjang,” tegas Tohari.
KAI mengajak seluruh pengguna jalan agar disiplin mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.















