Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengamanan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari area stasiun, di atas kereta api, hingga sepanjang jalur rel yang dinilai rawan gangguan keamanan dan keselamatan.
“Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama kami. Melalui pengamanan yang diperketat dan pelayanan yang humanis, KAI Daop 7 Madiun berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan selama masa Nataru,” kata Tohari, Minggu (28/12/2025).
Di area stasiun, petugas keamanan internal KAI melaksanakan patroli rutin, pemeriksaan barang bawaan penumpang saat boarding, serta pengawasan arus naik dan turun penumpang. Sementara di atas kereta api, petugas melakukan patroli berkala dan memberikan imbauan kepada pelanggan agar selalu menjaga barang bawaannya.
Selain itu, KAI Daop 7 Madiun juga melakukan pengawasan jalur KA melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan wilayah (Binwaswil), khususnya di titik-titik rawan. Beberapa lokasi yang mendapat pengawasan ekstra antara lain petak Magetan–Geneng, Nganjuk–Bagor, serta Sumobito–Peterongan.
Pengamanan tersebut diperkuat melalui sinergi dengan TNI dan Polri, baik di area stasiun maupun di sepanjang jalur KA. KAI Daop 7 Madiun bekerja sama dengan unsur Denpom, Polsek, Koramil, serta Satlantas di sejumlah wilayah untuk mendukung kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api.
Di sisi pelayanan, KAI Daop 7 Madiun juga mengoptimalkan layanan Lost and Found. Selama periode 18 hingga 27 Desember 2025, tercatat 27 barang tertinggal, dan 16 di antaranya telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
KAI Daop 7 Madiun berharap, melalui pengamanan terintegrasi dan peningkatan layanan tersebut, perjalanan kereta api selama masa Angkutan Nataru 2025/2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
















