Madiun – Kabar gembira bagi masyarakat yang berencana mudik Lebaran 2026 menggunakan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan membuka pemesanan tiket Angkutan Lebaran secara bertahap mulai 25 Januari 2026 dengan skema H-45 sebelum keberangkatan.
Dengan sistem tersebut, masyarakat yang melakukan pemesanan pada 25 Januari 2026 sudah dapat membeli tiket untuk keberangkatan 11 Maret 2026. Penjualan tiket selanjutnya dibuka setiap hari sesuai dengan tanggal keberangkatan masing-masing.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kebijakan pemesanan H-45 merupakan langkah strategis KAI untuk mengelola lonjakan penumpang selama masa Angkutan Lebaran agar lebih tertib dan terencana.
“Dengan sistem H-45, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk menyusun rencana perjalanan. Ini juga membantu KAI dalam mendistribusikan arus penumpang agar lebih merata selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Tohari, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Adapun jadwal pembukaan pemesanan tiket Lebaran 2026 dilakukan secara bertahap, mulai 25 Januari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret 2026 hingga 15 Februari 2026 untuk keberangkatan 1 April 2026.
Di wilayah Daop 7 Madiun, KAI mengoperasikan sebanyak 60 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), baik keberangkatan awal maupun KA yang melintas, serta 10 perjalanan KA Bandara. Jumlah tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan mobilisasi masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Beberapa KA jarak jauh keberangkatan awal dari wilayah Daop 7 Madiun antara lain KA Madiun Jaya, KA Singasari, KA Brantas, KA Bangunkarta, serta KA Kahuripan dengan berbagai relasi menuju Jakarta dan Bandung.
KAI mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi, seperti aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Contact Center KAI 121, mitra penjualan resmi, serta online travel agent yang telah bekerja sama dengan KAI.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi agar terhindar dari risiko penipuan maupun biaya tambahan yang tidak semestinya,” tutup Tohari.















