Tulungagung – Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui KAI Daop 7 Madiun terus memperkuat kesiapan sarana dan prasarana perkeretaapian guna memastikan perjalanan kereta api berjalan aman dan lancar.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin inspeksi di jalur antara Stasiun Talun hingga Stasiun Tulungagung.
Kegiatan inspeksi tersebut dipimpin langsung oleh Vice President Daop 7 Madiun, Ali Afandi, bersama jajaran manajemen lintas unit yang terlibat dalam operasional perkeretaapian. Tim yang turut serta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai bidang, di antaranya Operasi, Sinyal dan Telekomunikasi (Sintel), Bangunan Dinas (Bangdis), Jalan Rel dan Jembatan (JJ), IT, Kesehatan, Angkutan Penumpang, Fasilitas Penumpang (Faspen), pengamanan (PAM), Humas, hingga unit Quality Control.
Inspeksi dilakukan secara menyeluruh dengan menyusuri jalur kereta api dan berhenti di sejumlah stasiun sepanjang lintas Talun–Tulungagung. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh prasarana dan fasilitas pelayanan penumpang dalam kondisi prima menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan cek lintas merupakan bentuk komitmen KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Inspeksi ini merupakan langkah nyata kami untuk memastikan seluruh aset prasarana dalam kondisi siap operasi. Dengan pengecekan secara langsung di lapangan, kami dapat mengidentifikasi potensi kendala sejak dini sehingga dapat segera dilakukan penanganan,” ujar Tohari di sela kegiatan inspeksi.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim meninjau berbagai aspek teknis yang berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Di antaranya adalah kondisi wesel, sambungan rel, serta keandalan sistem persinyalan di setiap emplasemen stasiun. Komponen-komponen tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional perjalanan kereta api.
Selain prasarana jalur, tim juga melakukan peninjauan terhadap fasilitas pelayanan penumpang di stasiun. Pemeriksaan meliputi kondisi ruang tunggu, kebersihan area stasiun, toilet, serta fasilitas pendukung lainnya yang digunakan oleh pelanggan.
Tidak hanya itu, inspeksi juga mencakup pengecekan infrastruktur penunjang seperti jembatan kereta api serta sistem drainase di sekitar jalur rel. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan operasional yang dapat disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem maupun kondisi lingkungan di sekitar jalur.
Dalam arahannya kepada para kepala unit pelaksana teknis di lapangan, manajemen Daop 7 Madiun menekankan pentingnya langkah mitigasi untuk menjaga keandalan prasarana selama masa Angkutan Lebaran. Beberapa langkah yang ditekankan antara lain pembersihan jalur dari pohon yang berpotensi tumbang ke arah rel, pengecekan stabilitas batu balas dan alat penambat rel, serta pemetaan daerah rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan perjalanan kereta.
Selain itu, petugas di lapangan juga diminta untuk melakukan identifikasi dini terhadap setiap potensi gangguan serta melakukan penanganan secara cepat apabila ditemukan permasalahan di sepanjang jalur rel. Disiplin operasional serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) perjalanan kereta api juga menjadi perhatian utama dalam menjaga keselamatan perjalanan.
Melalui berbagai upaya tersebut, KAI Daop 7 Madiun optimistis dapat menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026. KAI menargetkan perjalanan kereta api selama periode tersebut tetap berjalan aman, lancar, serta tepat waktu.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan kereta api. Harapannya, masyarakat dapat merasakan pengalaman mudik yang nyaman bersama KAI,” kata Tohari.















