BLITAR – Petani cabai rawit di Kabupaten Blitar mengeluhkan turunnya harga jual cabai di tingkat petani usai momen Natal dan Tahun Baru. Harga yang sebelumnya sempat menembus Rp40 ribu per kilogram kini anjlok menjadi Rp25 ribu per kilogram.
Salah satu petani cabai rawit, Jatmiko, mengungkapkan penurunan harga tersebut sangat dirasakan oleh petani. Menurutnya, sebelum Natal dan Tahun Baru harga cabai masih tergolong menguntungkan.
“Dulu sebelum Natal dan Tahun Baru, harga cabai dari petani bisa sampai Rp40 ribu per kilogram. Sekarang turun tinggal Rp25 ribu per kilogram,” ujar Jatmiko, Rabu (02/01)
Ironisnya, meski harga di tingkat petani turun drastis, harga cabai rawit di pasar masih tergolong tinggi. Jatmiko menyebut, cabai rawit di pasaran masih dijual dengan harga mencapai Rp50 ribu per kilogram.
“Di petani cuma Rp25 ribu, tapi di pasar bisa Rp50 ribu per kilo. Selisihnya jauh sekali,” keluhnya.
Petani berharap pemerintah dan pihak terkait dapat turun tangan untuk menstabilkan harga serta mengawasi rantai distribusi cabai agar tidak merugikan petani. Pasalnya, dengan harga jual yang rendah, petani kesulitan menutup biaya perawatan tanaman dan modal produksi.
Penurunan harga cabai rawit ini diduga dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan pasca panen raya di sejumlah wilayah sentra produksi cabai di Blitar dan sekitarnya.
















