Nganjuk – Pondok Pesantren Al Ubaidah menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa pada Selasa (24/2/2026). Acara tersebut dihadiri Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menegaskan bahwa kegiatan santunan merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah dan Rasul untuk membantu fakir miskin, dhuafa, serta para janda.
“Acara ini merupakan pelaksanaan dari perintah Allah dan Rasul, sekaligus menjalankan amanah pendiri pondok pesantren ini, KH Nurhasan Al Ubaidah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak awal berdirinya pondok pesantren di Kertosono, santunan kepada fakir miskin, dhuafa, dan janda rutin dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial. Tradisi tersebut dilanjutkan oleh pengasuh berikutnya, KH RM Iskandar Nashrulloh, dan kini diteruskannya sebagai bagian dari ibadah serta amanah.
Dalam kegiatan tersebut, secara simbolis dibagikan 300 paket sembako dan 50 bingkisan untuk anak yatim. Santunan selanjutnya akan diberikan secara bertahap kepada warga sekitar. Ke depan, pihaknya berencana menambah jumlah penerima manfaat serta memindahkan lokasi acara ke gedung olahraga pondok yang memiliki kapasitas lebih besar dan kerap digunakan untuk kegiatan Persinas ASAD serta perguruan lainnya.
Habib Ubaidillah juga mengapresiasi sinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kantor Kementerian Agama Nganjuk, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang rutin memberikan pembinaan kepada para santri. Menurutnya, materi tersebut penting agar para santri tetap teguh pada nilai-nilai Pancasila dan NKRI.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pondok pesantren dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga Kabupaten Nganjuk.
Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Nganjuk, kata dia, mengalokasikan anggaran sekitar Rp115 miliar per tahun untuk program kesehatan, termasuk pembiayaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Marhaen juga memaparkan bahwa angka harapan hidup masyarakat Nganjuk mengalami peningkatan signifikan. Pada 2017 berada di kisaran 60-an tahun, sementara data BPS tahun 2025 mencatat rata-rata mencapai 75 tahun.
Selain itu, Pemkab Nganjuk membuka peluang investasi dengan mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan angka pengangguran generasi muda dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah juga telah membuka Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) untuk pengembangan industri dan pariwisata.
Acara buka puasa bersama tersebut turut dihadiri perwakilan Kodim, Polres Nganjuk, para kepala dinas, organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, Dewan Penasehat Pusat DPP LDII, serta Ketua DPW LDII Amrodji Konawi dan jajaran.
















