Kediri – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas gangguan perjalanan kereta api yang terjadi pada KA Kertanegara (KA 167) relasi Malang–Purwokerto, Rabu (hari ini). Gangguan tersebut disebabkan oleh kendala teknis pada lokomotif di petak jalan antara Stasiun Ngadiluwih dan Stasiun Kediri.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa gangguan teridentifikasi pada pukul 11.05 WIB. Informasi awal diterima dari Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) yang melaporkan adanya kehilangan tenaga pada lokomotif KA Kertanegara saat berada di KM 186.
“Pada pukul 11.05 WIB, lokomotif KA Kertanegara (KA 167) mengalami kendala teknis berupa kehilangan tenaga di petak jalan antara Stasiun Ngadiluwih–Kediri,” ujar Rokhmad dalam keterangan tertulisnya.
Setelah gangguan diketahui, petugas KAI langsung melakukan penanganan di lapangan secara cepat dan terkoordinasi. KAI Daop 7 Madiun mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memastikan penanganan berjalan optimal, sekaligus meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api lain yang melintas di lintas tersebut.
Gangguan lokomotif ini berdampak pada kelambatan sejumlah perjalanan kereta api. KA Kahuripan (KA 274) tercatat mengalami keterlambatan sekitar 50 menit. Sementara itu, KA Kertanegara (KA 167) hingga pukul 12.43 WIB mengalami keterlambatan sekitar 151 menit dari jadwal seharusnya.
Rokhmad menyampaikan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan tetap menjadi prioritas utama KAI dalam setiap kondisi. Oleh karena itu, penanganan gangguan dilakukan sesuai prosedur operasional yang berlaku, termasuk dengan menyiapkan penggantian lokomotif agar perjalanan dapat dilanjutkan dengan aman.
“Tim teknisi KAI segera diturunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dengan penggantian lokomotif, sehingga perjalanan KA Kertanegara dapat kembali dilanjutkan,” jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, KAI Daop 7 Madiun juga memberikan service recovery kepada penumpang yang terdampak keterlambatan. Pelanggan dengan waktu keterlambatan lebih dari 60 menit mendapatkan Service Recovery I berupa pemberian minuman.
“Kami memahami bahwa keterlambatan perjalanan dapat mengganggu kenyamanan pelanggan. Untuk itu, KAI memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Rokhmad.
Ia menegaskan, KAI Daop 7 Madiun terus berkomitmen meningkatkan keandalan sarana dan prasarana perkeretaapian serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi dan pemeriksaan rutin terhadap sarana, termasuk lokomotif, akan terus dilakukan guna mencegah terulangnya gangguan serupa di kemudian hari.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan ini. KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan serta berupaya maksimal agar operasional kereta api kembali normal secepatnya,” pungkas Rokhmad.
















