Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri memberangkatkan tujuh truk berisi bantuan logistik bagi penyintas bencana banjir bandang di Sumatra pada Rabu (3/12). Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi dari masyarakat, jajaran ASN, hingga organisasi perempuan PKK Kabupaten Kediri yang selama beberapa hari terakhir membuka posko kepedulian.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam penggalangan bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa sumbangan yang terkumpul mencerminkan kepedulian warga Kediri terhadap korban bencana di wilayah lain Indonesia.
“Saya selaku Bupati Kediri, mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Kediri, berdoa untuk saudara-saudara kita yang ada di wilayah Sumatra,” ujar Mas Dhito. Ia berharap bantuan yang dikirim dapat meringankan beban warga terdampak serta menjadi wujud nyata solidaritas antardaerah.
Seluruh bantuan yang dihimpun melalui posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri diberangkatkan menggunakan enam truk pada pagi hari. Sementara itu, satu truk tambahan yang membawa bantuan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri dilepas pada siang harinya.
Bantuan yang dikirim melalui BPBD Kabupaten Kediri meliputi 154 pax obat-obatan, 1.401 dus mi instan, 424 dus popok bayi, 269 pax pembalut, 517 dus kopi dan teh, 125 pax minyak kayu putih, 278 dus roti kering, 30 dus air mineral, serta 500 kilogram beras. Seluruh logistik tersebut merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan para penyintas di lokasi bencana.
Sementara itu, PKK Kabupaten Kediri berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp170 juta. Dana tersebut dibelanjakan dalam bentuk barang kebutuhan harian seperti obat-obatan, perlengkapan mandi dan mencuci, selimut, terpal, mukena, susu, beras, biskuit, popok bayi, dan pembalut. Barang-barang itu kemudian dimuat dalam satu armada truk untuk diberangkatkan ke posko penyaluran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menjelaskan bahwa seluruh bantuan dari Kabupaten Kediri tidak langsung dikirim ke lokasi bencana. Bantuan tersebut terlebih dahulu disalurkan ke BPBD Provinsi Jawa Timur untuk kemudian didistribusikan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Untuk mekanisme pemberangkatan bantuan nantinya diatur oleh BPBD Provinsi menggunakan pesawat,” jelas Djoko. Ia menambahkan bahwa skema ini dipilih untuk mempercepat proses pengiriman serta memastikan seluruh bantuan tiba dengan aman dan tepat sasaran.
Upaya penggalangan bantuan ini menjadi salah satu bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah daerah berharap dukungan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas sekaligus mempercepat proses pemulihan di area terdampak.
Dengan pemberangkatan tujuh truk tersebut, Pemkab Kediri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi kemanusiaan. Mas Dhito juga menyampaikan bahwa pihaknya siap membuka kembali penggalangan bantuan apabila kebutuhan di lapangan masih tinggi.
















