Kediri – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri kembali menunjukkan peran pentingnya dalam pelayanan kemanusiaan. Dalam satu hari, Senin (9/2/2026), Damkar Kabupaten Kediri Pos Grogol menangani empat kejadian non-kebakaran, mulai dari pelepasan cincin hingga evakuasi satwa liar yang meresahkan warga.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas Damkar dalam memberikan pelayanan cepat dan responsif kepada masyarakat.
“Selain penanganan kebakaran, Damkar juga memiliki tugas kemanusiaan, termasuk evakuasi hewan berbahaya dan bantuan teknis ringan yang berisiko jika ditangani sendiri oleh warga,” ujar Kaleb, Senin (9/2/2026).
Kegiatan pertama dilakukan pada pukul 16.08 WIB di Dusun Loksongo, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem. Petugas mengevakuasi sarang tawon vespa yang berada di pohon depan gudang dan berpotensi membahayakan karyawan sekitar. Evakuasi dilakukan sesuai prosedur dengan metode pembakaran dan tidak menimbulkan korban.
Selanjutnya, petugas mengevakuasi seekor musang yang masuk ke dalam box ayam milik warga di Dusun Sumberasri, Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol. Musang berhasil diamankan menggunakan sarung tangan pelindung tanpa adanya korban.
Pada sore hingga malam hari, Damkar kembali melakukan evakuasi seekor biawak yang masuk ke dapur rumah warga di Dusun Gambang, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Biawak tersebut diketahui jatuh dari atap rumah dan berhasil dievakuasi menggunakan alat penjepit dengan aman.
Sementara itu, pada malam hari, petugas juga membantu pelepasan cincin yang tersangkut di jari kelingking seorang warga Desa Tarokan yang mengalami pembengkakan. Proses pelepasan dilakukan menggunakan gerinda potong mini sesuai standar operasional prosedur (SOP). Korban hanya mengalami luka ringan.
Kaleb menegaskan bahwa seluruh kegiatan berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Damkar apabila menghadapi situasi darurat atau berisiko, dan tidak melakukan penanganan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan,” pungkasnya.















