Madiun – Aktivitas penumpang kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 7 Madiun terus meningkat pada masa Angkutan Lebaran 1447 H/2026. Hingga hari ketiga pelaksanaan angkutan Lebaran pada Jumat (13/3/2026), puluhan ribu penumpang tercatat datang ke sejumlah stasiun di wilayah tersebut.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan berdasarkan data sementara pada Jumat (13/3), jumlah penumpang yang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 7 mencapai 5.880 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba atau turun di wilayah tersebut tercatat lebih tinggi, yakni 11.879 orang.
“Secara kumulatif sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran pada 11 Maret hingga 13 Maret 2026, total penumpang yang berangkat mencapai 16.180 orang, sedangkan jumlah penumpang yang datang mencapai 27.811 orang,” ujar Tohari.
Ia menjelaskan, untuk keseluruhan periode Angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, penjualan tiket terus menunjukkan tren peningkatan.
Data sementara menunjukkan sebanyak 128.163 tiket telah terjual. Selama periode tersebut, terdapat rata-rata 72 perjalanan kereta api jarak jauh yang melayani penumpang setiap harinya di wilayah Daop 7.
“Jumlah tersebut setara dengan sekitar 58 persen dari total realisasi penumpang pada Angkutan Lebaran 2025 yang mencapai 221.721 orang. Mengingat masa angkutan masih berlangsung cukup panjang, angka ini diperkirakan akan terus bertambah,” kata Tohari.
Meski demikian, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan pada masa pra-Lebaran masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan tiket. Untuk periode 14 hingga 20 Maret 2026, tiket keberangkatan dari wilayah Daop 7 masih tersedia, baik untuk kelas eksekutif maupun ekonomi.
Tercatat masih tersedia sekitar 3.297 tiket kelas eksekutif dan 1.863 tiket kelas ekonomi untuk berbagai tujuan.
Beberapa kota tujuan favorit yang masih memiliki ketersediaan tiket di antaranya Surakarta, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, Jakarta, serta Bandung.
KAI juga mengimbau calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket langsung menuju tujuan akhir untuk memanfaatkan fitur connecting train yang tersedia di aplikasi Access by KAI guna mencari alternatif perjalanan dengan mengombinasikan dua jadwal kereta.
Selain itu, masyarakat disarankan melakukan pemesanan melalui kanal digital resmi guna menghindari antrean di stasiun sekaligus meminimalkan risiko penipuan.
“Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan layanan digital KAI. Dengan berbagai inovasi layanan yang terus dihadirkan, KAI berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman selama masa angkutan Lebaran,” kata Tohari.















