Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar mempercepat pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah pedesaan. Hingga pertengahan November 2025, empat proyek yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menunjukkan progres antara 60 hingga 90 persen. Kamis, (20/11).
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Muhdianto mengatakan keempat proyek tersebut berasal dari alokasi DBHCHT senilai Rp1,6 miliar. Puskesmas Pembantu (Pustu) tersebut adalah Tumpak Kepuh di Kecamatan Bakung, renovasi Pustu Kaulon di Kecamatan Sutojayan, peningkatan fasilitas Pustu Midodaren, serta renovasi Puskesmas Suruhwadang di Kecamatan Kademangan.
“Insya Allah semua proyek dapat dirampungkan sebelum akhir tahun, baik pembangunan baru maupun perbaikan,” ujarnya.
Percepatan pembangunan sebagai langkah strategis memperkuat akses layanan kesehatan dasar, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan. Dinkes Kabupaten Blitar menyampaikan optimisme bahwa seluruh pekerjaan fisik dapat selesai sebelum tahun anggaran 2025 berakhir.
Menurut Muhdianto, progres signifikan di lapangan menjadi alasan kuat bahwa target penyelesaian bisa tercapai. Ia menegaskan bahwa percepatan tidak mengesampingkan standar pembangunan fasilitas kesehatan. Seluruh proses, kata dia, diawasi secara ketat agar memenuhi ketentuan teknis.
“Kualitas bangunan menjadi prioritas karena fasilitas ini akan menjadi titik pelayanan utama di tingkat desa,” tuturnya.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur kesehatan di wilayah pedesaan akan mempermudah masyarakat mengakses layanan tanpa harus menempuh jarak jauh.
DBHCHT memiliki peran strategis dalam pemerataan fasilitas kesehatan. Dana tersebut memungkinkan pemerintah daerah bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan sarana kesehatan yang sebelumnya sulit dipenuhi melalui anggaran reguler.
“Melalui DBHCHT, infrastruktur kesehatan di kawasan pedesaan dapat diperkuat. Kami berharap dukungan anggaran seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Pembangunan dan renovasi empat fasilitas kesehatan itu sejalan dengan target jangka panjang Pemkab Blitar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) dan memperkuat layanan primer.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, layanan seperti imunisasi, pemeriksaan gizi balita, penanganan penyakit menular, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak diharapkan berjalan lebih optimal.
Dengan target penyelesaian pada akhir tahun, pemerintah daerah berharap manfaat pembangunan dapat segera dirasakan warga desa, sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Blitar dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui pemanfaatan DBHCHT.















