Kediri – Puluhan siswa SMP Negeri 1 Pagu, Kabupaten Kediri, mendapatkan pengalaman unik dan berharga melalui pelatihan membatik yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang (UNM). Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah pada Rabu (5/11) Kemarin dan menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat UNM.
Kepala Sekolah SMPN 1 Pagu, Tri Utami S.Pd, menyampaikan apresiasi tinggi atas kegiatan tersebut. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Negeri Malang karena telah memilih SMPN 1 Pagu sebagai tempat pengabdian masyarakat. Besar harapan saya, pelatihan ini tidak hanya mengenalkan anak-anak pada seni membatik, tetapi juga memberikan bekal keterampilan untuk masa depan mereka,” ujar Kepala Sekolah Tri Utami, Kamis (13/11/2025).
Pelatihan ini menghadirkan beberapa dosen dan mahasiswa UNM yang berpengalaman dalam seni membatik. Selama kegiatan, siswa diperkenalkan pada berbagai teknik membatik, mulai dari desain motif, pewarnaan, hingga proses finishing. Selain praktik langsung, peserta juga diberikan penjelasan tentang sejarah dan filosofi batik, sehingga mereka memahami bahwa membatik bukan sekadar keterampilan, tetapi juga warisan budaya yang kaya makna.
Salah satu peserta, Dinda, mengaku senang bisa belajar membatik secara langsung. “Saya baru pertama kali mencoba membatik sendiri. Rasanya seru dan menantang. Saya jadi lebih menghargai karya seni tradisional Indonesia,” ujarnya dengan antusias.
Dengan pelatihan membatik ini bertujuan menumbuhkan minat dan kreativitas generasi muda terhadap seni tradisional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya bisa membuat batik, tetapi juga memahami nilai budaya di balik setiap motif. Kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu cara kami untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.
Kegiatan pelatihan membatik ini mendapat sambutan hangat dari para guru dan orang tua siswa. Banyak yang berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga lebih banyak siswa yang mendapatkan kesempatan belajar langsung tentang seni tradisional.
Dengan adanya program ini, SMPN 1 Pagu dan Universitas Negeri Malang berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif sekaligus edukatif bagi generasi muda, memperkuat kecintaan mereka terhadap budaya lokal, dan membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat di masa depan.
















