Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan seluruh jalur kereta api di wilayahnya aman dan laik operasi pascagempa tektonik bermagnitudo 6,5 yang berpusat di 89 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) dini hari pukul 01.06 WIB.
Sebagai langkah pengamanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan, tujuh perjalanan kereta api sempat diberhentikan luar biasa (BLB) untuk memastikan kondisi prasarana, khususnya jalan rel dan jembatan, dalam keadaan aman.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa sesaat setelah gempa terasa, seluruh KA yang melintas di wilayah Daop 7 diinstruksikan berhenti serentak melalui kendali radio lokomotif terpusat.
“SOP mewajibkan seluruh KA berhenti sementara hingga pemeriksaan jalur selesai. Keselamatan menjadi prioritas utama sebelum perjalanan kembali dilanjutkan,” ujar Tohari.
Petugas Unit Jalan dan Jembatan (JJ) segera diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan visual dan teknis di titik-titik lintas yang terdampak.
Akibat BLB tersebut, tujuh KA mengalami keterlambatan dengan total andil 212 menit, meliputi, KA Bima (8) relasi Gambir–Surabaya Gubeng, berhenti di petak Magetan–Madiun (22 menit)
KA Turangga (12) relasi Bandung–Surabaya Gubeng, petak Kedunggalar–Ngawi (34 menit)
KA Brantas (152) relasi Pasar Senen–Blitar, petak Saradan–Bagor (37 menit)
KA Sancaka (88B) relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng, petak Sukomoro–Baron (33 menit).
KA Brawijaya (38) relasi Gambir–Malang, petak Susuhan–Kediri (22 menit)
KA Kertanegara (168B) relasi Purwokerto–Malang, Stasiun Tulungagung (30 menit)
KA BBM (2604) relasi Rewulu–Madiun, Stasiun Geneng (34 menit).
Setelah pemeriksaan menyeluruh oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Jalan dan Jembatan, jalur di wilayah Daop 7 Madiun dinyatakan aman pada pukul 01.48 WIB. Seluruh perjalanan KA kemudian kembali beroperasi normal sesuai Grafik Perjalanan KA (Gapeka).
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan. Langkah ini diambil semata-mata demi keselamatan penumpang dan perjalanan,” tutup Tohari.
















