Madiun — Aksi vandalisme kembali mengancam keselamatan perjalanan kereta api. Kali ini, KA 154 Ranggajati relasi Cirebon–Jember menjadi sasaran pelemparan batu di petak jalur antara Stasiun Bagor dan Stasiun Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (23/1/2026) siang.
Insiden terjadi sekitar pukul 14.40 WIB di KM 120+5. Akibat kejadian tersebut, kaca kereta Eksekutif 3 pada kursi 9AB dan kereta Ekonomi 2 pada kursi 11AB pecah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, aksi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan penumpang maupun petugas kereta api.
Manager Humas KAI Daerah Operasi 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa tindakan pelemparan batu merupakan perbuatan melanggar hukum dan tidak dapat ditoleransi.
“Kereta api adalah aset negara dan sarana transportasi publik yang digunakan masyarakat luas. Aksi vandalisme seperti ini bukan hanya merugikan KAI, tetapi juga berpotensi mengancam nyawa penumpang,” ujar Tohari dalam keterangan resminya, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, perbuatan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 180 disebutkan bahwa setiap orang dilarang merusak atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan tidak berfungsinya sarana dan prasarana perkeretaapian.
Sementara itu, Pasal 197 mengatur ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun. Hukuman dapat meningkat hingga 15 tahun penjara apabila perbuatan tersebut mengakibatkan luka berat atau meninggal dunia.
Setelah kejadian, KAI Daop 7 Madiun langsung melakukan penanganan cepat dengan menerjunkan petugas pengamanan ke lokasi kejadian. Perbaikan darurat terhadap kereta yang terdampak dilakukan di Stasiun Kertosono agar perjalanan KA Ranggajati dapat kembali dilanjutkan.
“Hingga saat ini, pelaku pelemparan masih dalam proses pencarian oleh unit pengamanan KAI,” kata Tohari.
KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta turut berperan aktif menjaga keamanan perkeretaapian. Masyarakat diminta segera melapor apabila melihat tindakan mencurigakan melalui petugas terdekat atau Contact Center KAI 121.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.















