kabarutama.co – Teka-teki mengenai sosok nakhoda baru tim nasional (timnas) Indonesia akhirnya menemui titik terang. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan penunjukan John Hermans untuk menangani skuad Garuda.
Keputusan ini memancing beragam reaksi dari insan sepak bola tanah air, salah satunya dari gelandang muda andalan Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha.
Pemain yang akrab disapa Etam itu memberikan tanggapannya saat ditemui usai sesi konferensi pers di Kediri, Minggu (4/1/2026). Alih-alih merasa terdistraksi dengan perubahan di kursi kepelatihan timnas, Beckham memilih untuk tetap membumi.
Fokus untuk Persib Bandung
Beckham menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memberikan kontribusi maksimal bagi klubnya, Persib Bandung. Baginya, siapa pun pelatih yang menangani timnas tidak akan mengubah etos kerjanya di lapangan.
“Saya fokus dulu di Persib. Siapapun pelatih Timnas, saya tetap memberikan yang terbaik di Persib dan fokus di setiap pertandingan yang dijalani tim,” ujar Beckham dengan tegas kepada awak media.
Pemain bernomor punggung 7 itu menyadari betul bahwa konsistensi di level klub merupakan syarat mutlak bagi seorang pemain untuk mendapatkan panggilan dari tim nasional. Ia memandang kesempatan membela Merah Putih sebagai sebuah kehormatan yang harus diraih melalui kerja keras.
Anggap Panggilan Timnas sebagai Bonus
Mengenai peluangnya untuk kembali berseragam Garuda di bawah komando John Hermans, Beckham mengaku tidak ingin merasa terbebani. Ia menyerahkan seluruh keputusan teknis kepada tim pelatih yang baru.
“Kalau misalnya saya dipanggil lagi, itu adalah bonus. Semoga pelatih Timnas (John Hermans) sukses dan lancar dalam menjalankan tugasnya,” tutur Beckham menambahkan.
Harapan Baru di Tangan John Hermans
Penunjukan John Hermans oleh PSSI diharapkan mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan level permainan Indonesia di kancah internasional.
Dengan rekam jejak yang dimilikinya, pelatih baru ini kini memikul ekspektasi besar dari publik pecinta sepak bola Indonesia untuk membawa skuad Garuda terbang lebih tinggi.















