Blitar – Atlet Kickboxing asal Kabupaten Blitar, Enggar Bayu Saputra yang akrab disapa Bayu Buldozer, berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk Tim Nasional Kickboxing Indonesia pada ajang SEA Games di Thailand. Raihan prestasi tersebut diraih di tengah kontroversi pertandingan yang diwarnai dugaan kecurangan dan insiden intimidasi terhadap manajer timnas.
Bayu Buldozer harus terhenti langkahnya setelah dinyatakan kalah dari petarung tuan rumah. Keputusan tersebut menuai sorotan lantaran dinilai tidak fair oleh tim pelatih Indonesia.
Pelatih Kickboxing Kabupaten Blitar, Sugeng Wahyu Widodo, mengungkapkan bahwa sepanjang pertandingan terdapat banyak kejanggalan yang merugikan atlet Indonesia. Salah satunya adalah poin serangan Bayu yang tidak bertambah meskipun pukulan dinilai mengenai lawan secara sah.
“Banyak kecurangan yang terjadi. Salah satunya poin tidak bertambah meski serangan jelas masuk. Ini tentu sangat merugikan Timnas Indonesia,” ujar Widodo.
Tak hanya itu, insiden serius juga dialami oleh Manajer Tim Nasional Kickboxing Indonesia. Mengutip laporan CNN, manajer timnas mendapat intimidasi hingga ancaman deportasi oleh otoritas Thailand. Insiden tersebut bermula saat manajer mengantarkan keperluan atlet ke hotel.
Namun, yang bersangkutan justru diamankan oleh otoritas setempat dan akhirnya dideportasi. Manajer Timnas Kickboxing Indonesia sempat menolak, namun akhirnya menuruti keputusan tersebut setelah mendapat ancaman diskualifikasi terhadap tim.
Meski menghadapi tekanan dan situasi yang tidak kondusif, Bayu Buldozer tetap mampu mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.
Sugeng Wahyu Widodo menambahkan, setelah seluruh jadwal pertandingan Kickboxing SEA Games rampung, Timnas Indonesia dijadwalkan segera kembali ke Tanah Air.
















