Blitar – Laga panas tersaji pada pertandingan terakhir Grup P Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur, Senin (15/12). PSBI Blitar harus mengakui keunggulan Persenga Nganjuk dengan skor tipis 1–2.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil ngotot. Adu strategi antar pelatih membuat jalannya pertandingan berlangsung sengit. PSBI sempat mencuri keunggulan lebih dulu, namun akhirnya harus menyerah setelah kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
Kekalahan ini sempat dikhawatirkan berbagai pihak, termasuk pelatih dan manajemen PSBI. Pasalnya, secara materi pemain, Persenga dinilai lebih matang dengan postur pemain yang lebih tinggi serta persiapan tim yang lebih optimal.
PSBI unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui gol Akbar Khairat Ajiseno. Pemain bernomor punggung 19 itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok gawang Persenga dan tak mampu dihalau kiper lawan.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persenga menyamakan kedudukan lewat Ludi Pratama. Pemain bernomor punggung 2 itu memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap dan melepaskan tembakan dari sudut sempit ke pojok kanan gawang PSBI. Skor 1–1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan PSBI terlihat sedikit menurun. Persenga tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan Singo Lodro, julukan PSBI. Beruntung, kiper Aldy Dewantoro tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting.
Secara statistik, Persenga menguasai sekitar 70 persen jalannya pertandingan. Meski demikian, PSBI masih mampu menciptakan beberapa peluang yang cukup membahayakan gawang lawan.
Petaka bagi PSBI datang pada menit ke-92. Koko Dwi berhasil mencetak gol penentu kemenangan bagi Persenga. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2–1 untuk keunggulan Persenga tetap bertahan.
Pelatih PSBI, Kurnia Patmedi, mengakui timnya membutuhkan banyak evaluasi, terutama dari sisi mental dan lini pertahanan yang lengah di menit-menit akhir pertandingan.
“Secara mental harus kami benahi. Lini belakang juga menjadi catatan karena sering mendapat tekanan hingga kebobolan di menit akhir,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca usai pertandingan.
Meski menelan kekalahan, PSBI tetap berhak melaju ke babak 32 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur.
“Dari segi permainan kami sebenarnya tidak kalah. Kami juga beberapa kali menciptakan peluang,” pungkas Kurnia.















