BLITAR – Ketua Komisi VI DPR RI, Dr. Hj. Anggia Ermarini, MKM, bersama Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar sosialisasi bertajuk “Waspada Pinjaman Online dan Kejahatan Keuangan untuk Pelajar dan Mahasiswa Gen Z”. Kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren Sirojut Tholibin, Bacem, Sutojayan, Kabupaten Blitar, Sabtu (13/12/2025).
Dalam kegiatan tersebut Anggia Ermarini menyoroti tingginya kerentanan generasi Z terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan digital, seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan transaksi non-tunai di kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Gen Z sangat dekat dengan dunia digital. Jika tidak dibarengi literasi keuangan yang baik, mereka bisa menjadi sasaran empuk kejahatan finansial,” ujar Anggia.
Adapun ragam kejahatan digital yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut antara lain social engineering, phishing, skimming card, card tapping, hingga wifi eavesdropping yang kerap mengincar pengguna muda.
Selain itu, Anggia juga mengingatkan bahaya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan paylater yang kian marak di kalangan Gen Z. Menurutnya, dua produk keuangan ini memang dekat dengan anak muda, namun berpotensi menimbulkan masalah serius jika tidak digunakan secara bijak. “Belilah sesuatu karena kebutuhan, bukan keinginan,” tegasnya.
Anggia menjelaskan, Gen Z rentan terjerat pinjol dan paylater karena sejumlah faktor, seperti FOMO dan gaya hidup, minimnya literasi keuangan, kebiasaan berutang dalam jumlah kecil namun sering, serta gencarnya iklan dan promo menarik.
Risiko yang ditimbulkan pun tidak hanya sebatas keuangan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan masa depan, mulai dari bunga dan denda yang menumpuk, teror penagihan, kebocoran data pribadi, stres, hingga hasil BI Checking yang buruk.
“Dampaknya bukan hanya soal uang, tapi juga mental dan masa depan generasi muda,” tambahnya.
Untuk mencegah hal tersebut, peserta dibekali berbagai solusi, di antaranya menabung secara rutin, menyediakan dana darurat, mengatur anggaran, meningkatkan edukasi finansial, serta menggunakan produk keuangan yang legal dan diawasi.
Anggia pun mengajak Gen Z mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan.
“Lebih keren nabung daripada cicilan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, BNI memperkenalkan solusi tabungan bagi generasi muda melalui BNI Taplus Muda, dengan biaya administrasi hanya Rp5.000 per bulan, yang dinilai cocok untuk segmen pelajar dan mahasiswa.
Kepala BNI Cabang Blitar Sri Damayanti, menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen BNI dalam mendukung inklusi keuangan sejak usia dini.
“BNI ingin pelajar dan mahasiswa terbiasa menabung serta memahami pengelolaan keuangan yang sehat,” katanya.
Sosialisasi ini menghadirkan dua pemateri dari BNI Cabang Blitar, yakni Dewi Tirta Sari selaku Business Team Leader Funding dan Jefri Wirama sebagai Transactional Relationship Manager, yang memberikan pemaparan praktis terkait keamanan transaksi dan pengelolaan keuangan digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelajar dan mahasiswa semakin cerdas, waspada, serta bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan di era digital.
















