Kediri – Keberangkatan puluhan jamaah umrah dari Bandara Dhoho Kediri kembali memberi harapan baru bagi masyarakat Jawa Timur bagian selatan. Setelah sempat terhenti beberapa waktu, bandara yang dioperasikan PT Surya Dhoho Investama (SDHI) itu kini aktif kembali melalui layanan penerbangan Super Air Jet rute Kediri–Jakarta sejak 10 November 2025. Keberangkatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi upaya menghadirkan layanan umrah langsung dari Kediri.
Sebanyak 50 jamaah umrah dari Blitar dan Kediri diberangkatkan pada Jumat (12/12/2025) melalui Bandara Dhoho. Rombongan didampingi oleh PT Kampung Coklat Internasional (KCI) Blitar. Pimpinannya, Edi Purwanto, menyebut keberangkatan dari bandara tersebut menjadi angin segar bagi biro perjalanan karena dapat menekan biaya transportasi dan menghemat waktu perjalanan jamaah.
“Dengan ini kami bangga bisa berangkat dari Kediri. Kalau via Juanda, biayanya bertambah. Lewat Bandara Dhoho bisa ditekan,” ujar Edi saat ditemui di ruang keberangkatan.
Edi mengungkapkan bahwa perusahaannya pernah memberangkatkan jamaah dari bandara ini sebelum operasionalnya sempat dihentikan. Kini, dengan kembali dibukanya jadwal penerbangan, pihaknya merasa jauh lebih terbantu dan berharap peningkatan layanan segera terwujud. Salah satu harapannya adalah dibukanya rute langsung Kediri–Jeddah.
“Ke depan kami harapkan Bandara Dhoho Kediri mampu menyediakan maskapai dari Kediri ke Jeddah. Untuk sementara kami masih transit di Jakarta,” katanya.
Para jamaah menyambut baik kemudahan ini. Suyanto, salah satu peserta umrah, mengaku bersyukur bisa berangkat dari bandara yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Menurutnya, hal ini bukan hanya menghemat tenaga, tetapi juga memperluas akses masyarakat sekitar terhadap layanan penerbangan.
“Senang sekali bisa umrah dan berangkatnya dari Bandara Dhoho. Saya belum pernah ke sini, jadi keberangkatan ini membuat saya tahu langsung,” ungkapnya. Ia juga berharap kelak semakin banyak jamaah yang bisa diberangkatkan dari Kediri, bahkan untuk ibadah haji.
Direktur PT SDHI Maksin Arisandi menegaskan bahwa Bandara Dhoho Kediri telah mengantongi sertifikat sebagai bandara internasional. Fokus utama yang saat ini dikejar adalah realisasi keberangkatan umrah tanpa harus transit di bandara lain.
“Fokus utama kami adalah umrah bisa terealisasi. Kami bekerja keras untuk itu. Semoga dalam waktu dekat ada ketetapan, terutama pada musim haji dan umrah,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menilai Bandara Dhoho dapat menjadi solusi atas tingginya beban operasional di Bandara Juanda Surabaya yang kini telah melampaui kapasitas optimal. Menurutnya, infrastruktur modern dan runway yang mampu menampung pesawat berbadan lebar menjadi nilai tambah bagi maskapai untuk mempertimbangkan rute umrah langsung dari Kediri.
“Bandara Dhoho memiliki potensi besar sebagai hub umrah Jawa Timur yang terus tumbuh. Ini peluang besar menghadirkan layanan keberangkatan yang lebih dekat, mudah, dan efisien,” kata Menhaj saat meninjau fasilitas bandara.
Dengan berbagai dukungan tersebut, Bandara Dhoho Kediri diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu pintu keberangkatan umrah dan haji dari Jawa Timur. Realisasi rute langsung masih menunggu finalisasi, namun optimisme terus menguat seiring meningkatnya minat jamaah dan kesiapan fasilitas bandara.
















