Banyuwangi – Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya memasuki hari kedelapan, Rabu (9/7), dengan cuaca buruk di perairan Selat Bali masih menjadi kendala utama tim SAR gabungan dalam operasi penyelamatan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, menyebut kondisi cuaca yang dominan berawan tebal, angin kencang dengan kecepatan 4–25 knots, gelombang setinggi 2,5–4 meter, serta arus permukaan 2,4 m/s, membuat tim SAR harus ekstra hati-hati dalam melakukan pencarian.
“SRU under water yang disupervisi Danguspurla Koarmada II telah melakukan observasi bawah air meski cuaca kurang bersahabat,” kata Eko Suyatno.
SRU under water sempat menurunkan kamera hingga kedalaman 35 meter. Namun, akibat arus bawah laut yang kencang, kamera sempat terbawa arus setelah menangkap gambar objek pada kedalaman 48–49 meter.
Hingga Rabu sore, SRU laut yang memfokuskan pencarian di sektor selatan dan SRU darat yang memantau pesisir belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban tambahan. Sementara di Posko Gabungan ASDP Ketapang, pihak Polresta Banyuwangi dan Pemda Banyuwangi terus memberikan layanan trauma healing bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar.
Hari ini, tim SAR berhasil mengidentifikasi salah satu jenazah yang ditemukan sebagai Putu Mertayasa (43), warga Buleleng, Bali, berdasarkan rilis DVI SIDOKKES Polresta Banyuwangi bersama Biddokkes Polda Jatim.
Dari 65 korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, total 42 korban telah ditemukan, dengan rincian 30 orang selamat dan 12 orang meninggal dunia. Sebanyak 23 korban lainnya masih dalam pencarian.
Dalam operasi hari kedelapan ini, unsur SAR yang terlibat antara lain BASARNAS Pusat, Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, SATUD PP, PUSHIDROSAL, Lanal Banyuwangi, Lanal Gilimanuk, Ditpolairud Polda Jatim, Polresta Banyuwangi, Satpolairud Polresta Banyuwangi, Satpolairud Polda Bali, Satbrimob, KPLP, BASARNAS Special Group (BSG), KSOP Banyuwangi, ASDP Ketapang, BMKG, Syahbandar Gilimanuk, KPLP Gilimanuk, Kodim 0825 Banyuwangi, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten Banyuwangi, Damkar, Tagana, BKK Banyuwangi, SAR MTA, SAR OPA UNEJ, Besromben Indonesia, nelayan sekitar, dan organisasi potensi SAR lainnya.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan untuk menemukan 23 korban lainnya dengan harapan cuaca dapat segera membaik untuk mempermudah upaya pencarian.
















