BLITAR – Warga Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengeluhkan serangan lalat yang jumlahnya semakin banyak dalam beberapa waktu terakhir.
Keberadaan lalat tersebut mengganggu aktivitas warga, mulai dari makan hingga beristirahat. Bahkan, sejumlah warga mengaku kesulitan tidur karena lalat terus berdatangan dan mengerumuni rumah.
“Orang-orang lingkungan sudah mengeluh, mau tidur saja diserang lalat,” ujar salah seorang warga berinisial ND, Senin (28/9/2026).
Menurut ND, kondisi tersebut membuat warga merasa tidak nyaman berada di dalam rumah. Banyaknya lalat bahkan membuat orang yang sedang beraktivitas di dalam rumah dikerumuni.
“Orang hidup saja seperti batang (bangkai) karena dikerumuni oleh lalat,” ungkapnya.
Untuk mengurangi gangguan, warga terpaksa memasang kertas lem sebagai perangkap lalat. Perangkap tersebut dipasang di sejumlah titik, termasuk di sekitar tudung saji untuk mencegah lalat mengerumuni makanan.
“Di atas tudung saji harus ada kertas lem untuk menjebak lalat,” katanya.
Warga juga mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat kondisi tersebut. Terlebih, mereka menyebut jumlah lalat terus bertambah dari waktu ke waktu.
“Setiap bulan lalatnya semakin bertambah. Kalau seperti ini terus, warga bisa kena diare massal,” ujarnya.
Warga menduga keberadaan kandang ternak di sekitar permukiman menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya lalat. Lalat tersebut kemudian masuk ke rumah-rumah warga.
Keluhan mengenai serangan lalat itu, kata ND, sebelumnya telah disampaikan kepada perangkat Desa Boro. Warga mengaku telah menemui sekretaris desa dan kepala dusun untuk menyampaikan persoalan tersebut.
“Sudah menemui sekdes dan juga Kasun, tapi sampai sekarang belum ada penjelasannya,” pungkasnya.















