Blitar – Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) datang dari para peternak ayam petelur di Blitar Raya. Sebanyak 14 koperasi peternak bersama-sama menggalang bantuan berupa dana dan telur dengan total mencapai sekitar 8,8 ton.
Bantuan tersebut dikumpulkan secara gotong royong dan kemudian diberangkatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana pada Selasa, 25 Agustus kemarin. Telur dipilih karena dinilai dapat menjadi tambahan sumber pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi warga selama masa pemulihan.
Ketua Koperasi BPKB sekaligus Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri BKT NT, Eti Marlina, mengatakan aksi sosial tersebut dilakukan di tengah kondisi peternak yang juga masih menghadapi berbagai persoalan usaha.
“Kami memang peternak saat ini lagi mengalami kesulitan. Tapi apa pun itu, jiwa sosial kami terpanggil. Dari 14 koperasi di Blitar Raya ini, kami bersama-sama bersedekah untuk membantu korban gempa di NTT,” ujar Eti.
Menurut Eti, bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara umum. Telur yang dikirim juga diharapkan dapat membantu mencukupi asupan gizi masyarakat terdampak bencana, terutama anak-anak, selama kondisi di wilayah tersebut masih dalam masa pemulihan.
Penggalangan bantuan ini dilakukan ketika kondisi peternak ayam petelur di Blitar masih menghadapi tekanan dari sisi harga. Meski harga telur di tingkat peternak mulai menunjukkan kenaikan, kondisi tersebut belum sepenuhnya membuat peternak berada dalam situasi yang ideal.
Saat ini harga telur di tingkat peternak atau on farm berada di kisaran Rp21.000 hingga Rp21.500 per kilogram. Sebelumnya, harga telur bahkan sempat berada di bawah Rp20.000 per kilogram.
Harga tersebut mulai bergerak naik dibandingkan sebelumnya. Namun para peternak masih berharap harga telur dapat terus membaik hingga mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Harapan kami harga telur segera membaik menuju HAP. Kami berharap ke depannya industri perunggasan nasional makin kondusif dan peternak lokal bisa terus bertahan,” pungkas Eti.
Bantuan dari para peternak Blitar Raya ini dihimpun melalui 14 koperasi. Selain telur, para peternak juga mengumpulkan dana sebagai bagian dari bantuan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.
















