Blitar – Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang ternyata masih belum tersambung sepenuhnya. Hingga 26 Agustus 2026, masih ada sekitar 15 kilometer ruas jalan yang belum terbangun di sejumlah titik.
Ruas yang masih terputus berada di dua bagian. Pertama, jalur dari Jolosutro menuju wilayah Kabupaten Malang yang masih menyisakan sekitar 2 kilometer. Kedua, ruas Ringinrejo menuju Sumbersih yang belum terbangun sepanjang kurang lebih 13 kilometer.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan pembangunan JLS di wilayah Kabupaten Blitar sebenarnya terus berjalan. Namun, masih ada sejumlah bagian yang belum selesai sehingga jalur tersebut belum bisa digunakan secara penuh sebagai akses penghubung Blitar-Malang.
“Belum [tersambung]. Jadi ada titik yang belum selesai, jadi jangan sampai salah. Tapi progresnya sudah luar biasa, bagus sekali,” ujar Rijanto.
Untuk tahun 2026, pemerintah memprioritaskan pembangunan pada ruas Ringinrejo-Jolosutro. Jalan yang akan dikerjakan di segmen tersebut memiliki panjang sekitar 7,9 kilometer.
Pembangunan ruas ini menjadi bagian dari upaya untuk memperpanjang konektivitas JLS di wilayah Blitar. Setelah pengerjaan berjalan, masih ada beberapa bagian lain yang perlu ditangani agar jalur Blitar-Malang benar-benar tersambung.
Rijanto merinci kondisi ruas yang masih belum terbangun. Dari Jolosutro menuju Malang, masih ada sekitar 2 kilometer yang terputus. Sementara dari Ringinrejo menuju Sumbersih, jarak yang belum tersambung jauh lebih panjang, yakni sekitar 13 kilometer.
“Tahun ini, insya Allah akan dibangun 7,9 km, Ringinrejo-Jolosutro. Nah, Jolosutro ke Malang ini masih terputus 2 km. Terus, Ringinrejo ke Sumbersih terputus 13 km. Kurang itu sebetulnya,” kata Rijanto.
Dengan kondisi tersebut, pembangunan JLS Blitar-Malang masih membutuhkan pengerjaan pada beberapa segmen sebelum seluruh jalur dapat tersambung. Sementara pada tahun ini, fokus pembangunan diarahkan pada ruas Ringinrejo-Jolosutro sepanjang 7,9 kilometer.
















