Kediri, kabarutama – Kebersamaan panjang antara Persik Kediri dan Yusuf Meilana resmi berakhir. Manajemen Macan Putih mengumumkan perpisahan dengan pemain asli Kediri tersebut setelah hampir sembilan tahun menjadi bagian penting perjalanan klub.
Yusuf Meilana dikenal sebagai salah satu sosok sentral dalam kebangkitan Persik Kediri. Pemain yang identik dengan nomor punggung 7 itu turut mengantarkan tim meraih gelar juara Liga 3 2018 dan Liga 2 2019, sekaligus membawa Persik kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Selama membela Persik Kediri, Yusuf mencatatkan sekitar 125 penampilan di berbagai kompetisi dengan kontribusi tiga gol dan delapan assist. Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling loyal dalam skuad Macan Putih dalam beberapa tahun terakhir.
Manajer tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menegaskan bahwa dedikasi, loyalitas, dan komitmen Yusuf memberikan kontribusi besar bagi perkembangan klub, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Selama hampir satu dekade, Yusuf tidak hanya menjadi bagian dari skuad sebagai pemain, tetapi juga saksi berbagai perjalanan, tantangan, dan prestasi yang dilalui Persik Kediri,” ujar Kuncara.
Menurutnya, Yusuf akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah Persik Kediri. Selain kontribusinya di lapangan, pemain yang biasa beroperasi sebagai bek kiri tersebut juga menjadi panutan bagi para pemain muda yang tengah berkembang di klub.
Pada musim 2025/2026, Yusuf tampil sebanyak 14 kali bersama Persik sebelum dipinjamkan ke Bali United pada paruh musim. Bersama Bali United, ia mencatat enam penampilan sebelum kembali ke Persik setelah masa peminjamannya berakhir.
Manajemen Persik Kediri pun menyampaikan apresiasi atas seluruh pengabdian yang telah diberikan Yusuf selama berseragam ungu. Klub juga mendoakan agar pemain berusia 28 tahun tersebut meraih kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya.
Perpisahan ini menandai berakhirnya salah satu kisah loyalitas terpanjang di Persik Kediri. Nama Yusuf Meilana akan tetap dikenang sebagai bagian dari generasi yang membawa Macan Putih bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.














