Kediri – Polemik video hajatan keluarga pengusaha Sanjaya yang viral di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi. Pihak keluarga menegaskan bahwa informasi yang beredar telah dipotong sehingga memicu kegaduhan dan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Acara tersebut merupakan momen akad nikah sekaligus resepsi keluarga besar Sanjaya yang berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri banyak tamu. Namun, potongan video Rudi gareng yang tersebar di berbagai platform seperti TikTok dan Facebook dinilai tidak menampilkan kejadian secara utuh.
Dalam keterangannya kepada awak media, Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran sekitar 14 media yang mengikuti agenda klarifikasi tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki niat buruk terhadap pihak mana pun.
Menurutnya, video yang beredar, telah dipotong sehingga menimbulkan persepsi berbeda dari kejadian sebenarnya.
Terkait isu karangan bunga yang menjadi sorotan, Sanjaya mengklaim bahwa seluruh kiriman tersebut berasal dari relasi yang jelas. Ia menyebut terdapat sekitar 38 karangan bunga yang merupakan kiriman asli dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik seperti Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Ia menjelaskan bahwa kedekatannya dengan sejumlah tokoh tersebut berkaitan dengan keterlibatannya dalam kegiatan politik sebelumnya, termasuk sebagai bagian dari tim sukses serta menghadiri sejumlah agenda undangan resmi.
“Semua karangan bunga itu asli dari beliau-beliau semuanya,” ujarnya, saat ditemui di rumahnya, Senin (6/4) sore.
Menanggapi potongan video yang menampilkan dirinya berbicara dengan gaya bahasa yang dianggap kurang pantas, Sanjaya menyebut hal tersebut merupakan kebiasaan bahasa sehari-hari yang telah lama melekat, mengingat latar belakangnya yang dekat dengan lingkungan pekerja lapangan.
“Bahasa itu sudah melekat, bukan maksud merendahkan siapa pun,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa bagian lain dalam video yang memberikan konteks lebih utuh tidak ikut disebarluaskan. Salah satunya terkait momen saat dirinya hendak memberikan uang, namun narasi yang beredar dinilai tidak lengkap.
“Yang jelas mohon maaf waktu itu bu sanjaya masukan ke pentil itu bukan pak sanjaya, itu ada videonya kenapa tidak diuplod secara utuh. Ketika kita mau mengasih uang malah disuruh masukan ke susunya. Jangan dipentil disusu saja, “ucapnya.
Sementara itu, terkait momen dirinya mengambil mikrofon dalam acara tersebut, Sanjaya menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena adanya ketidaksesuaian lagu yang diminta oleh anaknya, yakni “Dumes”, saat acara berlangsung. Ia mengaku telah menyampaikan permintaan tersebut dengan cara yang sopan.
“Mbak, dengan segala hormat, lagunya tidak bisa buat nyawer,” ucapnya.
Pihak keluarga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar di media sosial. Mereka meminta publik untuk melihat rekaman secara lengkap agar memperoleh gambaran yang utuh.
Sanjaya menambahkan bahwa kritik dan perhatian publik merupakan hal yang wajar, namun ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang berkembang.
“Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin,” pungkasnya.
Polemik ini menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi yang tidak utuh di media sosial dapat memengaruhi persepsi publik secara luas.















