Kediri – Istri Presiden keempat Republik Indonesia, Sinta Nuriyah Wahid, mengunjungi Rumah Lansia Ibu dan Anak Gusdurian di Mojokutho, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu sore (1/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus berbagi kepedulian kepada para penghuni rumah lansia pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para penghuni lansia tampak antusias menyambut kedatangan tokoh yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sinta Nuriyah menyerahkan santunan kepada 92 penerima manfaat, yang terdiri dari 50 lansia, 20 anak istimewa, 20 anak hebat, serta dua guru ngaji. Santunan berupa uang tunai sebesar Rp100 ribu untuk lansia, Rp50 ribu untuk anak-anak, serta paket sembako, alat tulis, dan makanan ringan. Serta santunan yang disalurkan kepada guru Ngaji sebesar Rp500 ribu per penerima.
“Semoga ibu-ibu lansia di sini betah dan bisa beribadah dengan tenang. Dan kepada para pengurus serta relawan, agar terus menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam merawat para lansia. Karena merawat lansia bukan hanya soal memberikan tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, perhatian, dan penghormatan kepada mereka yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan,” ujar Sinta Nuriyah kepada para lansia dan relawan.
Sinta Nuriyah selama ini dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberagaman antarumat beragama.
Sementara itu, Koordinator Gusdurian Mojokutho Pare, Kediri Antok Falensianus Anugrah (Antok Mbeler), mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi para relawan dalam menjalankan kegiatan sosial.
“Di Rumah Lansia Gusdurian ini ada 50 lansia, di antaranya 15 orang menderita diabetes dan stroke. Rata-rata mereka kami temukan di pinggir jalan dan sudah tidak diasuh keluarganya. Kebanyakan berasal dari wilayah Kediri,” ujarnya.
Ia menambahkan, Rumah Lansia Ibu dan Anak Gusdurian Mojokutho yang berdiri sejak 2008 itu didirikan sebagai ruang kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian, khususnya para lansia yang tidak lagi memiliki tempat tinggal atau keluarga yang merawat mereka.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi momen berbagi di bulan suci, tetapi juga penguat komitmen bersama untuk terus merawat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
















